PT. MEDIA TECHNO INDONESIA


PT. MEDIA TECHNO INDONESIA

Internet Network

Fiber Optic Network


Kabel serat optik ada dua jenis yaitu singlemode dan multimode
Serat optik umumnya digunakan sebagai tulang punggung dalam jaringan komputer. Fiber optik dapat digunakan untuk menghubungkan jaringan antar gedung, antar kota bahkan antar pulau.

Mengenal Apa Itu Jaringan Fiber Optic, Fungsi, Kelebihan dan Kekurangannya. Jaringan fiber optic merupakan media transmisi fisik untuk mendistribusikan informasi yang mengubah sinyal listrik menjadi gelombang cahaya dengan konsep hukum optik. Serat optik beroperasi dengan kecepatan dan kapasitas data tinggi, yang umumnya digunakan untuk menghubungkan dua titik jaringan dengan daya besar. Upaya pemenuhan media transmisi mendorong pemikiran dan perencanaan untuk menyediakan metode dengan konsep “High Speed ​​Connection”. Hingga lahirlah sebuah terobosan baru bernama kabel fiber optik. Lambat laun mode transmisi fiber optic menggantikan keunggulan kabel metal berbahan tembaga atau alumunium, dengan segala berbagai keunggulan kabel fiber optik. 
Apa kelebihan kabel serat optik? Simak ulasan lengkapnya di bawah ini.


Apa itu Jaringan Fiber Optik?

Secara sederhana kabel serat optik adalah kabel yang digunakan untuk mengubah sinyal listrik menjadi cahaya, yang kemudian ditransmisikan dari satu titik (node) ke node lainnya. Sinyal dari serat optik diubah menjadi cahaya melalui pemancar, untuk mengirimkan informasi data menggunakan pulsa ringan. Pemancar adalah suatu perangkat yang menjadi wadah awal untuk menerima informasi data yang dikirim ke serat optik. Pemancar pada kabel serat optik umumnya menggunakan LED (Light Emitting Diode) atau laser. Komponen kabel optik terdiri dari kaca silika yang transparansi dan kemurniannya dapat menahan cahaya pada serat optik, karena indeks bias kaca lebih besar dari indeks bias kaca. udara. Strukturnya ditopang oleh empat silinder dengan ukuran berbeda, yaitu:  

1. Inti (nukleus), sebagai pusat transmisi gelombang cahaya;
2. Cladding (selimut), sebagai pengarah gelombang cahaya;
3. Lapisan, plastik elastis yang melindungi inti dan kelongsong; Kemudian
4. Outer Jacket (pelapis luar), pembungkus luar kabel.



Jaringan serat optik pertama kali dipatenkan oleh sekelompok peneliti yaitu Robert Maurer, Donald Keck, dan Peter Schultz. Serat Pandu Gelombang Optik mampu membawa informasi 65.000 kali lebih banyak dibandingkan kabel tembaga, dimana informasi yang dibawa oleh pola gelombang cahaya dapat diterjemahkan ke tujuan yang jauhnya ribuan mil. Kini, metode dan bahan komunikasi serat optik yang telah diciptakan telah membuka peluang pintu menuju komersialisasi serat optik, beralih dari era "layanan telepon jarak jauh" ke penyebaran informasi berbasis internet.
Anatomi kabel fiber optik terbuat dari bahan fiber glass beserta keterangan plastiknya lebih halus dari rambut manusia, ketebalannya kurang lebih 120 mikrometer. Berbeda dengan kabel berbahan dasar tembaga, kabel serat optik tahan terhadap interferensi.
Indeks bias kabel serat optik sama dengan kecepatan cahaya dalam ruang hampa dibagi dengan kecepatan cahaya dalam suatu medium.
Seperti yang diungkapkan oleh matematikawan Belanda Willebrord Snellius, bahwa jika seberkas cahaya memasuki ujung serat optik (medium transparan) dengan sudut kritis, dan sinar tersebut berasal dari medium yang mempunyai indeks bias lebih kecil dari udara, menuju inti serat optik. dari serat optik (kuarsa murni) yang mempunyai indeks bias lebih besar, maka semua sinar akan merambat sepanjang inti serat optik menuju salah satu ujungnya.
Oleh karena itu, cahaya yang dihasilkan di dalam serat optik sulit untuk keluar karena indeks bias kaca lebih besar daripada indeks bias udara.



Fungsi Kabel Fiber Optik

Penemuan serat optik telah menjadi bagian penting dalam kehidupan modern saat ini, dimana penciptaannya merupakan jalan pintas untuk transmisi data berkecepatan tinggi. Tidak jarang sistem kabel fiber optik menjadi pondasi jaringan utama, sebagai aliran sentral untuk transfer data dalam suatu backbone.
Contoh paling nyata adalah penerapan 5G bagi kelangsungan distribusi informasi di Indonesia.  Meskipun hal ini juga menjadi tantangan tersendiri, karena infrastruktur jaringan serat optik belum tersebar secara merata. Secara garis besar, sebagai suatu sistem distribusi komunikasi, kabel serat optik berguna untuk membawa elemen-elemen penting dari suatu informasi melalui proses transmisi sinyal yang dilakukan secara cepat dan dalam kapasitas yang besar.

Jenis Kabel Fiber Optik

1. Serat Optik Mode Tunggal (Step Index Single Mode)
    Varian ini merupakan jenis serat optik dengan serat tunggal yang diameternya antara 8,3 - 10 mikron dengan mode transmisi tunggal yang mengirimkan sinyal inframerah. Distribusi nano untuk mode tunggal ini memiliki diameter yang sempit dan mampu menyebar antara 1310 – 1550 nano. 
Bedanya dengan kabel multimode adalah transmisinya 50 kali lebih besar, inti lebih kecil sehingga dapat mengurangi distorsi akibat cahaya yang tumpang tindih.

2. Serat Optik MultiMode (Indeks Langkah Multi Mode) 
    Diameter inti kabel multi mode jenis ini cukup besar yaitu lebih dari 100 mikron, sehingga sinyal digital dapat melewati jalur utama tanpa harus melalui jalan yang berkelok-kelok. Serat optik multimode lebih cocok untuk transmisi jarak pendek atau pendek dengan kecepatan rendah, karena mencegah tumpang tindih batas bandwidth. Model kabel ini juga memancarkan sinar laser infra merah dengan panjang gelombang antara 850 – 1300 nanometer.

3. Serat Optik Indeks Tingkat Multimode (Graded Index Multi Mode)
    Serat optik indeks bertingkat merupakan kombinasi indeks langkah mode tunggal dan multimode. Bahan inti jenis ini diisi dengan indeks bias yang membuat cahaya bergerak lebih lambat sepanjang porosnya, sehingga sinyal digital yang dihasilkan mengalami distorsi minimal. Diameter inti antara 30 mm hingga 60 mm.

Keunggulan Jaringan Kabel Fiber Optik









Transmisi dengan serat optik memiliki banyak keunggulan dibandingkan kabel tembaga dan teknologi nirkabel, beberapa di antaranya adalah:

1. Bandwidth Lebih Besar
    Kecepatan maksimum transfer data melalui jalur optik lebih besar dibandingkan kabel tembaga atau kabel logam, sehingga lebih banyak data yang melalui proses transmisi. Salah satunya karena serat serat optik mempunyai karakteristik atau parameter Numerical Aperture yang mewakili sudut penerimaan maksimum dimana sinar cahaya dapat diterima dan merambat di dalam inti serat. Semakin besar Numerical Aperture, semakin banyak cahaya yang diterima fiber.

2. Bebas Interferensi 
   Seperti yang kita ketahui, serat fiber optik terbuat dari kaca dengan lapisan-lapisannya juga terbuat dari kaca. Pasalnya, jaringan kabel serat optik mengubah sinyal listrik. menjadi gelombang cahaya seperti fungsi cermin pada kabel. Jadi serat optik dapat mengurangi efek interferensi gelombang frekuensi listrik, dengan merekomendasikan tempat-tempat dengan tingkat gelombang listrik yang tinggi. Serat optik juga kebal terhadap serangan cuaca sehingga tidak mudah korosi, serta kuat terhadap kebisingan elektromagnetik yang dihasilkan dari perangkat radio, motor, dan kabel transmisi di sekitarnya.

3. Jarak tempuh
  Sinyal yang ditransmisikan melalui kabel serat optik dapat menempuh jarak yang lebih jauh. Sinyal dapat menempuh jarak 50 km tanpa perlu regenerasi, hal ini dikarenakan jarak transmisi serat optik jauh lebih besar dibandingkan media kontrol lainnya.

4. Perawatan murah
   Kabel fiber optik memerlukan biaya perawatan yang relatif lebih murah, dibandingkan kabel tembaga dengan panjang yang sama. Faktor lainnya adalah bobot yang lebih ringan dan diameter yang lebih tipis.

5. Keamanan
   Kabel fiber optik lebih kebal terhadap penyadapan dibandingkan kabel tembaga, karena efek antena pada kabel tembaga yang mudah disadap. Kabel fiber optik juga tidak mudah terbakar karena tidak menyalurkan tegangan listrik.

Kekurangan Jaringan Kabel Fiber Optik



1. Biaya Pemasangan

    Konektor pada kabel serat optik dan perlengkapan pendukungnya pada saat proses pemasangan cenderung lebih mahal dibandingkan kabel tembaga.

2. Kompleksitas Materi

    Bahannya yang cukup rumit membuat kabel fiber optik sulit dipotong, yang hanya bisa dipotong dengan menggunakan alat kujang (alat yang memotong inti agar rapi). Kemudian kabel fiber optik kurang tahan terhadap kelengkungan, karena fiber beroperasi menggunakan cahaya, jika kelengkungan terlalu banyak maka akan menimbulkan efek pantulan. Daya tahan sinyal juga dipengaruhi oleh kemurnian kaca dan panjang gelombang sinyal yang dikirimkan pada kabel.

3. Satu arah

    Perambatan cahaya merupakan perambatan cahaya satu arah atau searah pada serat optik, sehingga diperlukan dua kabel serat optik jika komunikasi ditujukan untuk dua arah.




Perangkat pada Kabel Fiber Optic

1. Patch Cord Cable

    Komponen ini merupakan jenis kabel fiber indoor yang memiliki panjang keseluruhan tertentu dengan konektor terpasang di ujungnya, berfungsi sebagai penghubung antar perangkat. Seperti jenisnya, kabel patch hanya digunakan di dalam ruangan, dengan beragam pilihan konektor sesuai kebutuhan Anda.

2. Adapters

   Adaptor digunakan untuk menghubungkan kabel serat optik satu sama lain. Jika disambungkan dengan konektor kabel fiber optik yang berbeda, maka adaptor yang digunakan harus berjenis hybrid atau adaptor khusus. Macam-macam tipe adaptor yang umum ditemukan antara lain tipe FC, SC, LC dan terakhir tipe ST.

3. Connection Closing

   Alat ini berbentuk kotak yang digunakan untuk menyimpan hasil sambungan dari kabel fiber optik. Apabila jaringan kabel serat optik putus karena terbakar atau terpotong, maka kabel tersebut akan disambung atau disambung, dan sambungan yang dihasilkan akan ditempatkan pada penutup sambungan. Kapasitas penutupan gabungan bervariasi dari yang terkecil 6 core hingga yang terbesar 256 core.

4. Splitters

    Splitter adalah komponen pasif yang dapat memisahkan daya optik dari satu input serat kedua ke beberapa output serat. Jaringan Optik Pasif mempunyai splitter yang dianggap pasif, karena optimalisasinya tidak bekerja pada daya yang digunakan oleh pelanggan yang berada pada jarak berbeda dari node splitter.

Cara Kerja Kabel Fiber Optik

Cara kerja serat optik tentu saja berbeda dengan kabel twisted pair atau kabel coaxial. Bahan pelapis dan elemen serat kaca mengubah sinyal listrik untuk meminimalkan interferensi gelombang frekuensi listrik. 
Hal ini memberikan dampak seperti kemampuan informasi berhasil dikirim dalam jumlah besar, dan jarak distribusi yang dapat ditempuh lebih jauh. Karena cahaya yang dipantulkan dipantulkan kembali ke jaringan kabel sehingga menghasilkan pemantulan internal total. Artinya cahaya dipantulkan oleh serat (cladding) dengan sudut yang lebih kecil, karena cladding tidak menyerap cahaya dari inti.
Dengan kata lain, sebagian besar cahaya yang masuk dari ujung serat optik akan merambat dan berjalan sepanjang serat kemudian keluar menuju ujung serat optik. Sangat sedikit cahaya yang dapat keluar dari dinding fiber karena semuanya didorong sampai ke ujung.
Kegiatan transmisi data dengan menggunakan kabel jenis ini memerlukan peralatan tambahan berupa Light Emitting Diode atau LED, atau detektor injeksi dan cahaya seperti dioda positif intrinsik negatif (PIN) atau avalanche photodiode (AVN).
Pada akhirnya penggunaan kabel fiber optik bisa sangat menguntungkan bagi Anda terutama perusahaan dan rumah tangga yang membutuhkan kestabilan koneksi terbaik.

Mengapa Anda Harus Menggunakan Fiber Optik?

Satu-satunya kendala yang dihadapi dalam memilih fiber optik adalah pemasangan awal yang lebih memakan dompet, namun harga perawatannya lebih bersahabat. Namun serat optik telah muncul sebagai alternatif yang cukup efektif dalam dunia telekomunikasi.
Bayangkan saja, dengan menggunakan fiber optik Anda bisa mendapatkan keuntungan yaitu bandwidth berkapasitas besar dan transmisi data lebih banyak. Dimana data yang diterima langsung berupa data digital, bukan data analog.
Selain itu, kabel serat optik tahan terhadap interferensi dibandingkan kabel jenis lainnya, tahan terhadap cuaca ekstrim dan interferensi elektromagnetik, serta memiliki isolasi ground yang baik. Serat optik juga memiliki degradasi sinyal yang lebih sedikit, dan tidak mudah terbakar.



Penyedia ISP Penyedia Layanan Fiber Optic (iForte untuk Kebutuhan Perkantoran)

Serat optik mampu menjangkau wilayah yang lebih jauh dengan frekuensi yang lebih tinggi, kami di iForte memiliki teknologi Metro E yang didukung dengan jaringan kabel serat optik yang unggul, digunakan sebagai akses jaringan yang stabil dan berkecepatan tinggi.
Untuk wilayah Jawa dan Bali, iForte telah berhasil membangun dan mengoperasikan lebih dari 155.000 km kabel fiber optik. Selain itu, iForte juga berhasil menghubungkan lebih dari 30.000 menara BTS dengan kabel fiber optik.

Di wilayah Jabodetabek, iForte telah berhasil membangun dan mengoperasikan lebih dari 70.000 km kabel serat optik. Di kawasan yang sama, iForte juga berhasil menghubungkan lebih dari 15.000 menara BTS dengan kabel fiber optik.
Indikator-indikator di atas memberikan aktualitas bagi kami sebagai penyedia layanan fiber optik terpercaya yang dirancang untuk kebutuhan komunikasi perkantoran dan instansi lainnya. 
Tak hanya pengalaman, iForte didukung oleh tim profesional yang memiliki keahlian unggul dan siap melayani kebutuhan konektivitas bisnis Anda. Jangan ragu untuk menghubungi kami melalui:




PT. MEDIA TECHNO INDONESIA

Internet Network

Penjelasan Kinerja Jaringan P2P & FFTH

Topologi FTTH dalam dunia telekomunikasi mendukung peranan penting dalam kecepatan transmisi data. Topologi FTTH juga diunggulkan karena menggunakan serat optik.

Memahami FTTH

Fiber To The Home (FTTH) merupakan teknologi jaringan broadband yang menggunakan serat optik untuk menghubungkan rumah atau gedung ke jaringan internet. Teknologi ini memungkinkan transmisi data berkecepatan tinggi dan stabil, serta dapat menangani kebutuhan internet modern seperti streaming video, game, dan aplikasi berbasis cloud.

Jenis Topologi FTTH

Topologi FTTH mengacu pada cara serat optik dipasang dan dihubungkan ke rumah atau bangunan. Ada beberapa jenis topologi FTTH yaitu:

1. Titik-ke-Titik (P2P)

P2P adalah topologi FTTH paling sederhana. Setiap rumah atau bangunan terhubung langsung ke pusat jaringan melalui serat optik. Setiap serat optik hanya digunakan untuk menghubungkan satu rumah atau gedung, sehingga tidak ada pembagian bandwidth antar pengguna. P2P memberikan performa terbaik, namun juga merupakan solusi termahal.

2. Jaringan Optik Pasif (PON)

PON adalah topologi FTTH yang lebih kompleks. Dalam PON, beberapa rumah atau gedung dihubungkan dalam satu jaringan pusat melalui serat optik yang sama. Serat optik dibagikan dalam jaringan menggunakan splitter optik, yang membagi bandwidth antar pengguna. PON menawarkan biaya yang lebih rendah dibandingkan P2P, namun kinerjanya kurang optimal.

3. Jaringan Optik Pasif Gigabit (GPON)

GPON merupakan jenis PON yang lebih cepat dan efisien. GPON menggunakan teknologi Time Division Multiplexing (TDM) untuk membagi bandwidth antar pengguna. Hal ini memungkinkan satu serat optik dapat menghubungkan hingga 64 rumah atau gedung, dengan kecepatan transfer data hingga 2,5 Gbps. GPON juga menawarkan biaya lebih rendah dibandingkan P2P.

4. Arsitektur FTTH (Fiber Ke Rumah)

adalah arsitektur jaringan serat optik yang menghubungkan pelanggan langsung ke OLT (Optical Line Terminal) melalui serat optik tunggal. Hal ini memungkinkan transmisi data, suara, dan video dalam kecepatan tinggi dan stabils

Dalam arsitektur FTTH, satu serat optik dihubungkan dari OLT langsung ke rumah pelanggan melalui ONU (Optical Network Unit) yang terletak di dalam rumah pelanggan. ONU bertindak sebagai antarmuka antara peralatan pelanggan dan jaringan optik. Dalam beberapa kasus, ONU dapat diintegrasikan ke dalam modem atau router yang digunakan pelanggan.

Proses instalasi FTTH diawali dengan menyambungkan fiber optik dari OLT ke ONU yang terletak di rumah pelanggan. Selanjutnya dilakukan pemasangan kabel fiber optic dari ONU ke masing-masing peralatan pelanggan seperti modem, router atau TV kabel.

Dalam arsitektur FTTH, kualitas kabel serat optik sangat penting untuk memastikan transmisi data yang cepat dan stabil. Kabel serat optik harus dipasang dengan hati-hati dan dilindungi dari kerusakan fisik atau lingkungan yang tidak sesuai, seperti pemasangan kabel yang tidak tepat atau penempatan di area yang mudah rusak.

FTTH adalah teknologi jaringan yang sangat canggih dan memerlukan investasi infrastruktur yang signifikan. Namun, kecepatan, keandalan, dan kapasitas jaringan yang ditawarkan FTTH menjadikannya pilihan yang semakin populer untuk menyediakan akses internet cepat dan stabil kepada pelanggan.

Manfaat FTTH

FTTH menawarkan sejumlah manfaat yang tidak dapat diberikan oleh teknologi jaringan broadband lainnya. Beberapa manfaat utama FTTH adalah:

1. Kecepatan Tinggi:

FTTH menawarkan kecepatan transfer data yang jauh lebih cepat dibandingkan teknologi jaringan broadband lainnya, seperti DSL dan kabel. Hal ini memungkinkan pengguna melakukan streaming video, game, dan aplikasi berbasis cloud dengan lebih lancar dan stabil.

2. Stabilitas:

Serat optik yang digunakan dalam FTTH tidak terpengaruh oleh interferensi elektromagnetik, seperti halnya kabel tembaga. Hal ini membuat koneksi internet lebih stabil dan dapat diandalkan.

3. Kapasitas Lebih Tinggi:

FTTH memiliki kapasitas yang lebih tinggi dibandingkan teknologi jaringan broadband lainnya. Hal ini memungkinkan pengguna untuk mengakses lebih banyak data dan layanan online.

Keamanan Tinggi: FTTH menggunakan serat optik yang sulit diakses oleh pihak yang tidak berwenang. Hal ini membuat FTTH lebih aman dibandingkan teknologi jaringan broadband lainnya.


PENYUSUNAN PERANGKAT SERVER DATA

PENJELASAN FUNGSI KINERJA PERANGKAT

DAN

TOPOLOGI JARINGAN



1.1  DATA SERVER

Memahami Server

Server atau dalam bahasa Indonesia biasa disebut server adalah suatu sistem komputer yang mempunyai layanan khusus berupa penyimpanan data. Data yang disimpan melalui server bisa berupa internet, informasi atau berbagai jenis dokumen kompleks. Layanan ini khusus diperuntukkan bagi klien yang memerlukan penyediaan internet atau informasi kepada pengguna atau pengunjungnya.

Server berperan penting dalam menyediakan layanan akses yang lebih cepat untuk mengirim atau menerima data dan informasi yang tersedia di server. Dalam bentuk fisiknya, server berbentuk jaringan komputer dan mempunyai ukuran yang sangat besar dengan beberapa komponen pendukung prosesor dan RAM berkapasitas besar.

Server terdiri dari beberapa perangkat, perangkat tersebut dirancang khusus untuk dapat selalu standby dan telah ditentukan sedemikian rupa sebagai perangkat pusat untuk melayani kebutuhan data dan informasi Internet untuk beberapa klien yang terhubung pada server.


1.2 PENYUSUNAN PERANGKAT SERVER DATA

Server Jaringan Data terdiri dari beberapa perangkat antara lain:

 a.   Server PCs

b.   Mikrotik Server

c.   Switch HUB

d.   UPS

e.   Rack Mounting


A. PC SERVER

 PC Server adalah perangkat komputer yang berfungsi sebagai terminal atau pusat pengelolaan jaringan dan pusat kendali sistem jaringan data internet.

    B. MICROTIC SERVER


   Mikrotik Server adalah perangkat khusus untuk mengatur besaran kapasitas bandwidth data internet melalui PC Server ke setiap client yang terhubung ke Data Server.

C. SWITH HUB   



Switch Hub merupakan perangkat yang berfungsi untuk menghubungkan jaringan data perangkat Server dan seluruh Client

D.UPS (Catu Daya Tak Terputus)

UPS merupakan suatu alat untuk menyimpan daya listrik sehingga bila tiba-tiba listrik padam maka alat yang sudah terpasang UPS tersebut akan tetap menyala, namun alat tersebut hanya akan bertahan sebentar saja.

UPS merupakan suatu alat yang mampu menyalakan suatu barang elektronik, namun alat elektronik tersebut tidak akan menyala dalam waktu lama, UPS biasa 600 watt hanya mampu menyalakan komputer dengan daya 400 watt selama 17 menit. .

C.  Rack Mounting





Server Rack 

adalah rak yang dirancang khusus untuk menempatkan server atau peralatan jaringan seperti HUB - SWITCH dan komputer server.

U adalah satuan ukuran standar untuk menunjukkan vertikal suatu ruang yang digunakan, atau tinggi rak (rangka besi yang dirancang untuk menampung perangkat keras) dan lemari (ruangan dengan satu atau lebih pintu).

Satuan ukuran ini mengacu pada jarak antara rak di atas rak. 1U sama dengan 1,75”. Misalnya, ditetapkan sebagai rak 20U, rak ini memiliki 20 ruang rak untuk peralatan dan memiliki ruang vertikal yang dapat digunakan berukuran 35 (20 x 1,75.) inci. Ruang rak dan lemari serta peralatan yang muat di dalamnya semuanya diukur dalam U.

Rackmount 

merupakan casing tipis datar horizontal yang dapat disusun seperti rak di lemari khusus.


TOPOLOGI JARINGAN P2P/PTP


Pengertian Point to Point menggunakan Server dan Server Mikrotik.

Memahami

Point to Point atau yang sering disebut PTP merupakan jaringan yang menggunakan 2 perangkat yang terhubung secara nirkabel/tanpa kabel.

 Keuntungan jaringan Point to Point

-  Mudah

- Tidak banyak kabel/kabel yang terlalu panjang


Contoh Konfigurasi Point to Point menggunakan Mikrotik

Sebagai Access Point

Hal pertama yang harus kita lakukan adalah masuk ke konfigurasi melalui Winbox dengan username dan password admin dikosongkan.

Masuk ke menu bridge dan buat antarmuka bridge1 seperti pada gambar,

Selanjutnya kita akan menambahkan port bridge dengan antarmuka ether1 dan wlan1,


Masuk ke menu nirkabel dan klik tanda centang untuk mengaktifkan WLAN1,


Masuk ke wlan1, di menu wireless gunakan mode: bridge, band: 5Ghz-A, SSID: micro scanlist: 5100-5200, mode frekuensi: superchannel,


Pada menu tarif data, isikan sesuai kebutuhan dan pastikan tarif yang didukung A/G dan tarif dasar A/G yang dipilih sama,

Pada menu WDS pilih mode WDS: dinamis WDS default: bridge1,

Masuk ke menu IP Address lalu tambahkan IP untuk ether1



Konfigurasi pada Klien

Sama seperti pada konfigurasi yang kita setting sebagai access point, kita menggunakan Winbox untuk konfigurasinya.

Buat port jembatan pada klien,


Buat port bridge dengan interface ether1 dan wlan1 agar bisa konek,


Setelah itu kita masuk ke menu wireless dan aktifkan wlan1 lalu masuk ke wlan1, kita hanya ganti mode : station wds dan scanlist : 5100-5200,

Kemudian kita scan listnya untuk connect ke access point yang sudah kita setting tadi, klik start dan jika sudah ketemu klik connect,


Kemudian pada menu data rates kita pilih default untuk mengikuti konfigurasi yang telah dilakukan oleh access point


Pada menu WDS juga kita samakan sama dengan access point,

Masukkan IP pada Ether1 yang berada pada jaringan yang sama dengan access point,

Mari kita coba lakukan tes bandwidth melalui Winbox di menu tools lalu tes bandwidth, ping ke IP lawan menggunakan protokol TCP,


SERVER      


       CLIENT

TOPOLOGI INSTALASI

PEMASANGAN INFRASTRUKTUR JARINGAN NIRKABEL PTP MENGGUNAKAN ANTENA LITE BEAM M5

Tools & Materials

• Lite Beam M5 (Access Point)

• 75 meter UTP cable

• Crimping Tool (crimping pliers)

• RJ45 connector and tester cable

• PC SERVER device configuration

• Pipes

• Intermittent wire

• Pipe clamps (for nailing pipes to concrete)

• O ring clamps (for installing access point devices on pipes)

• Exhaust clamps (as a support for pipe wires and other equipment)


Buat konfigurasi router proxy pemancar dan klien


Menarik kabel dari ruang server ke Antena dan memasang antena/pemancar Omni



Memasang antena klien di rumah


COMPRO

PT.MEDIA TECHNO INDONESIA








deb4825f-6015-4c2c-964d-d081158059f7








Email    hellomtech22@gmail.com

Telp       : +62 85725046957



Lebih baru Lebih lama
Sitemap